Selamat Datang di FRI (Fast Report Indonesia),tips dan trik seputar Kehidupan

Tujuan

Mengabadikan Sejarah Sejarah harus dituliskan agar abadi sampai ke generasi selanjutnya.
  • Traveling

    Tempat-tempat Indah yang tersebar di seluruh di dunia membuat kita semakin takjub atas kebesaran Sang Pencipta

  • Kebudayaan

    Salah Satu cara mengenali dan mengabidakan sejarah adalah dengan melihat kebudayaan di sekitar serta melestarikan kebudayan tersebut

  • Kisah dan Inspirasi

    Kisah Kehidupan seseorang yang telah berhasil akan banyak memotivasi orang lain untuk berhasil juga

Wednesday, October 11, 2017

Pak Badrun VS Tria (MTs Ma`arif NU 1 Kebasen)

Tuesday, October 10, 2017

Kelincahan Bayi 4 Bulan..GEMESIN...!!!!!!!

Friday, October 6, 2017

AMAZING!!Dance PMR MADYA MTs Ma`arif NU 1 Kebasen

Wednesday, July 20, 2016

Rumor Arti Pokemon Adalah ‘Aku Yahudi’. Benarkah ? Berikut

Game Pokemon Go yang sekarang lagi mewabah di masyarakat ini sudah membuat permainya lupa akan waktu. Paling banyak peminatnya dari kalangan anak muda, dalam game yang menggunakan, juga tak sedikit orang yang di temui di tempat-tempat tertentu yang mereka lagi mencari Pokemon.
Kabar miring yang beredar tentang Pokemon Go yang sempat beredar di beberapa media sosial, menyebutkan bahwa game keluaran dari Nintendo, Pokemon Corps, dan Niantic Labs ini mengandung ajakan yang tak bisa di tolelir oleh agama islam. Karena banyak yang beredar di media sosial bahwa Pokemon Go sebenarnya memiliki arti tersendiri.Dalam bahasa Syriac atau bahasa Suryani Pokemon ini memiliki arti “Aku Yahudi”, sedangkan Pokemon yang bernama Pikachu tersebut memiliki arti “Jadilah Yahudi”. Sedangkan Charmanderjuga memiliki makna tersendiri yaitu “Tuhan Itu Lemah”.Rumor tersebut menjadi perdebatan sengit di media sosial, lantaran banyak orang yang memiliki pendapatnya masing-masing, Ada yang berpendapat bahwa itu adalah hal yang dikait-kaitkan saja, dan tak sedikit juga yang mempercayai adanya rumor tersebut. Karena mereka merasa itu adalah kebenaran yang ada dalam rumor itu.Tapi isu tersebut masih menjadi tanda tanya besar, Los Angel Times dalam artikelnya tanggal 24 April 2011 pernah mengulas tentang Pokemon Go ini, dalam beritanya menyebutkan bahwa saat itu negara-negara seperti Qatar, Oman, Dubai, Yordania, Mesir dan Arab Saudi juga banyak beredar atas rumor Pokemon Go ini, banayak konotasi yang muncul bahwa game tersebut mempromosikan perilaku anti Islam dan menyakini Yahudi.
Dan hal tersebut membuat semua orang yang ada pada negara tersebut merasa resah, dan hal yang di beritakan tersebut juga di bantah oleh pihak dari produksi game tersebut. tetapi para pemimpin dari negara tersebut masih belum bisa menerima Pokemon Go itu masuk dalam negaranya.
Rumor itu muncul pada negara-negara Arab asimilasi budaya yang muncul di tengah kekhawatiran yang telah terjadi, tetapi belum ada bukti yang kuat atas beredarnya rumor tersebut saat itu. dalam pernyataan di sebuah surat kabar Amman Yordania.
Gereja Kristen Syriac Orthodox membantah akan adanya tuduhan tersebut, karena dalam bahasa Syriac kuno arti dari kata Pokemon tersebut tidak mempunyai makna untuk menghina Islam. Dan para petinggi gereja juga terkejut atas kedatangan surat yang menyebutkan bahwa Pokemon memuat ajakan dari Yahudi.

Sunday, July 17, 2016

Kuliner Di Daerah Buntu Banyumas (Warung Makan Sahabat Barokah Sambel Ndeso)

Suasana malam yang padat, serta kerlap kerlip cahaya kendaraan soal menambah nuansa arus balik lebaran tahun ini menjadi lebih ramai. Meski Lebaran Idul Fitri telah berlalu 1 Minggu yang lalu, namun keramaian masih tampak jelas  di jalan pantura. Suara mobil, motor serta klakson membuat suasana menjadi tambah ramai. Keramaian serta kemacetan ini soalah menambah rasa lelah bagi para pengendara, apalagi dengan perjalan mereka yang cukup jauh. Bagi para pengadara yang melewati jalur pantura terutama di area buntu banyumas tak ada salahnya melepas lelah dan lapar di Warung Makan Sahabat Barokah Sambel Ndeso. Warung Makan ini terletak di Jalan Raya Buntu Timur KM 1. Dengan nuansa cafĂ© serta tempat yang nyaman membuat istirahat semakin nikmat. Belum lagi dengan menu-menu makanan yang di sediakan.
Selain rasanya yang enak, Warung Makan Sahabat Barokah ini pun harganya sangat terjangkau. Bayangkan saja anda sudah bisa makan dengan harga 8.000-an. Menu yang di sajikan pun beragam, dari ayam goreng/bakar, bebek goreng/bakar, Soto Ayam/Sapi dan masih banyak lagi. Selain itu Warung Makan Sahabat Barokah juga menyediakan minuman yang unik, diantaranya adalah Es Joshua, Es Mega Mendung dan Es Mega Senja.
Warung Makan Sahabat Barokah Sambel Ndeso ini juga pas banget buat para anak muda yang ingin nongkrong bareng, atau mungkin makan malam bersama pacar dan juga temen-temen. Harga makanannya pun sangat terjangkau di kalangan anak muda dan Mahasiswa. Dengan harga Rp. 9.900 anda sudah bisa menikmati Nasi + Ayam Goreng + Sambel + Lalaban + Es Teh Jumbo + Dapet Pelayanan yang Ramah Tamah. Untuk menu Paketan yang lain ada Nasi + Lele Goreng + Sambel + Lalaban + Es Teh Jumbo yang di bandrol dengan harga Rp. 8.900 saja.

Kemudian hal yang menarik lagi dari Warung Makan Sahabat Barokah Sambel Ndeso ini pemiliknya adalah anak muda yang masih berumur 20 Tahunan. Wahh hebat yaa?masih muda sudah punya bisnis kuliner. Menerut Pemiliknya, Warung Makan Sahabat Barokah Sambel Ndeso ini belum lama di buka. “iya masih seperti ini laah mas, namanya juga masih belajar. Terus juga saya sama sekali ngga punya pengalaman di bidang kuliner. Semua saya lakukan dengan Bismillah” Kata Mas Sigit Kurniawan Selaku Pemilik Warung Makan Sahabat Barokah saat di Tanya oleh F.R.I.

Naahh buat anda yang melakukan perjalanan arus balik tak ada salahnya untuk mampir dan mencoba Menu Makanan Warung Makan Sahabat Barokah ini yang bertempat di Jalan Raya Buntu Timur KM 1 sebelah barat Hotel Garuda.
Warung Makan Sahabat Barokah Sambel Ndeso ini juga menerima pesanan, khusus untuk daerah Banyumas. Jadi buat anda yang bingung mau pesan makanan untuk acara keluarga atau yang lain, anda bisa mengubungi ke bagian delivery Order di Nomor 083 863 800 097.


Monday, July 11, 2016

Cerita Dibalik Desa Surusunda Karangpucung Cilacap


Kicauan Burung di pagi hari di iringi dengan suara ayam berkokok serentak membangunkanku dalam mimpi. Ketika aku terbangun dari mimpi itu,aku lanjutkan dengan mengambil air wudhu kemudian menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslim yaitu Sholat subuh. Sehabis itu aku duduk di depan rumah dengan di temani secangkir kopi serta gorengan yang telah di sediakan oleh istriku tercinta.
Udara pagi ini membuatku semakin bersyukur atas kenikmatan yang Allah berikan kepada setiap orang yang masih bernafas di alam yang indah ini. Namun sayang, tidak semua orang bisa merasakan apa yang saat ini aku rasakan. Terkadang aku pun sering lupa akan kenikmatan yang sering kali di anggap ringan tapi sebenernya itu adalah kenikmatan yang luar biasa. Kenikmatan itu adalah bisa menghirup udara yang segar di pagi hari,udara segar yang mampu menghilangkan rasa lelah dan letih. Serta udara yang membuat kita masih bisa bernafas sampai detik ini. Bayangkan jika kita hidup tanpa udara, mungkin kita harus menggunakan alat bantu untuk bernafas,harus mengeluarkan biaya untuk membeli tabung oksigen. Namun sekali lagi karena Allah itu memiliki sifat sayang terhadap semua makhluk ciptaan-Nya, tanpa memilih-milih Allah memberikan kenikmatan itu terhadap semua makhluk ciptaan-Nya. Namun kenikmatan itu hanya bisa dinikmati bagi orang-orang yang sadar akan Kebesaran dan Kemuliaan-Nya.

                Suasan pagi seperti ini mengingatkanku dulu waktu aku masih kecil dan sedang liburan ke bandung di mana mbahku tinggal disana,tepatnya di daerah sumedang. Entah kenapa setiap kali aku kesini (Desa dimana istri saya di lahirkan yaitu desa surusunda kecamatan karangpucung Cilacap) aku merasa kalau aku sedang di tempat mbahku yang ada di sumedang. Dari udara pagi harinya, kemudian orang-orangya semua mengingatkanku sewaktu aku kecil. Kenangan-kenanganku dulu ketika di sumedang seakan terulang ketika aku berada di surusunda, entah kenapa hal itu terus aku rasakan ketika aku ada di desa ini. Apa mungkin karena bahasa yang digunakan di surusunda dan sumedang hampir sama, yaitu bahasa sunda. Sedangkan aku setiap harianya terbiasa dengan bahasa jawa ngapak.karena aku tinggal di daerah banyumas. Anehnya walapun aku di lahirkan di sumedang tapi sampai saat ini aku masih tidak tau bahasa sunda,mungkin karena tidak mau belajar bahasa tersebut di tambah lagi aku lama tinggal di Banyumas. Berhubung istriku orang sunda jadi mau tidak mau mulai sekarang aku harus belajar bahasa sunda. Karena aku malu setiap di Tanya sama orang-orang desa surusunda aku hanya menjawab dengan senyum. Seperti orang yang tidak bisa bicara. Pernah aku mengalami hal lucu, kejadian ini aku alami ketika aku liburan ke sumedang. Waktu itu bibiku membuatkanku teh manis dan memberiku sebuah kue buatannya. Setelah kue itu aku cicipi kemudian bibiku bilang “amis kuena?” mendengar pertanyaan seperti itu lalu kue itu aku cium kemudian aku jawab “ngga amis ko’,kuenya enak bi”. Kemudian ibuku tertawa terbahak-bahak karena ibuku asli orang sumedang jadi ibuku paham bahasa sunda dan paham juga bahasa jawa. Kemudian ibuku menerangkan kepada bibiku,dan orang-orang yang ada disitu dengan menggunakan bahasa sunda, setelah di terangkan mereka pun tertawa terbahak-bahak. Melihat kejadian itu, aku malah menjadi tambah bingung, kenapa mereka tertawa sampai seperti itu?apa ada hal yang lucu? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul di fikirankku. Kemudian barulah ibuku menjelaskan kepadaku. Dalam bahasa sunda amis itu artinya manis, sedangkan dalam bahasa jawa amis itu artinya bau amis yang sering kita cium pada bau ikan mentah dll. Semenjak kejadian itu setiap kali aku ditanya menggunakan bahasa sunda, pasti hanya aku jawab dengan senyum. Takut nanti jawabanku salah lagi seperti kejadian diatas. Naah berhubung kopi yang ada di sampingku ini sudah habis, jadi sekian dulu yaa,dilanjut lagi nanti kl ada yg mau kasih kopi hehhe..wis Mandan awan juga, ora kepanak karo mertua kat mau nang ngarep laptop bae kaya wong sibuk bae hehe,,yang bingung artinya Tanya aja sama mbah google, pasti di jawab. Udah ahh nulis mulu nich tangan. Sekian dan Terimakasih.

Thursday, June 16, 2016

Kisah Pemuda Dipasung Sembilan Tahun “Mak Rantai Kaki Azis Lagi Ya”

Kisah menyedihkan pemuda 19 tahun itu diceritakan oleh Lia Imelda Siregar, seorang dokter yang tinggal di Kuala Simpang,Aceh. Selama empat hari, Lia mendatangi rumah anak sulung dari tujuh bersaudara itu untuk membantu mengurangi beban pemuda tersebut.
Saat datang, Aziz hanya asyik bermain selang air di atas tempat tidur besi yang tak diberi alas apapun. Ia hanya asyik dengan dunianya sendiri karena tak menghiraukan siapa yang datang.
Menurut dugaan Lia, kemungkinan pemuda tersebut jarang diajak bicara oleh orang tua dan adik-adiknya. Azis juga sempat menatap Lia dengan penuh curiga saat pertama kali bertemu.
Untuk buang air, Azis melakukannya begitu saja di atas tempat tidur besi itu.
Di kunjungan hari berikutnya, Lia terus mengajak bicara pemuda tersebut hingga diketahui bahwa ia sangat suka apel. Mengetahui hal itu, pada kunjungan hari ketiga, Lia dan rekannya membawakan buah tersebut.
Saat itu, Azis nampak begitu senang dan mau diajak foto selfie bersama dokter berhijab tersebut. Hari itu, Azis juga diminta untuk menggambar dan ia memilih membuat bunga. Gambar pertama semenjak dipasung itu ia berikan untuk Lia. Azis juga mengaku menyayangi Lia dan rekannya, Bang Wadi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari ibu Azis, lelaki itu pernah ditakut-takuti di sekolah sehingga perangainya berubah dari waktu ke waktu.
Informasi dari ayahnya berbeda lagi. Menurutnya, Azis dulu sering dipukul oleh ibu guru sehingga malu untuk sekolah. Lama-lama kesehatan mentalnya menjadi buruk hingga seperti sekarang. Azis sudah dua tahun tak mau bicara pada orang-orang di sekitarnya.
“Tapi sekilas kulihat orang tua Azis sangat penyayang. Mungkin tak tau berbagi sedih lagi atas apa yang terjadi,” kata Lia dalam sebuah postingan di Facebook, Selasa (14/6/2016).
Di kunjungan keempat, Lia memutuskan untuk mengajak jalan-jalan Azis. Di hari tersebut, Azis dilepas dari belenggu yang mengikatnya semenjak usia 10 tahun.
Ia tenang saja di dalam mobil dan tidak mengamuk. Bahkan Azis juga hafal rute jalan menuju tempat yang akan didatangi. Saat hari sudah gelap, Azis tak mau turun dari mobil dan ingin terus jalan-jalan. Setelah dibujuk, akhirnya ia mau turun.
Setelah itu, Azis masuk ke kamar yang tak diberi pintu ataupun jendela sehingga udara malam bisa masuk begitu saja. Setelah naik ke ranjang besi, pemandangan mengerikan itu pun terjadi.
“Mak rantai kaki Azis lagi ya. Nanti Azis lari-lari,” tulis Lia menirukan ucapan Azis saat itu, yang kemudian dituruti oleh ibunya.
Sepulang dari sana, Lia terpikir untuk melaporkan kasus yang dialami Azis pada camat daerahnya tinggal. Laporan pertama disambut baik.
Namun saat Lia menghubungi camat untuk mengetahui keadaan Azis, pejabat tersebut tidak merespon. Akhirnya, ia berinisiatif mengumpulkan donasi untuk membantu biaya pengobatan Azis hingga akhir Ramadan 2016.
Hingga berita ini ditulis pada Kamis (16/6/2016), donasi untuk Azis telah terkumpul Rp 10.880.000.
Tindakan bullying seperti kemungkinan yang dialami Azis memang berdampak sangat buruk bagi korbannya. Sebagaimana dijelaskan di laman stopbullying.gov, tindakan tersebut dapat meningkatkan depresi dan kecemasan bagi korban.
Ini meningkatkan perasaan sedih dan kesepian yang berpengaruh terhadap pola tidur dan makan. Kekerasan yang dialami dapat terkenang sampai dewasa. Keluhan kesehatan dan penurunan prestasi akademik juga merupakan dampak lain bullying.